BANYUWANGI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui Program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu). Inisiatif kolaboratif ini tidak hanya berfungsi sebagai strategi konkret dalam menjaga kebersihan sungai dari hulu hingga hilir, namun juga sebagai instrumen pendidikan karakter yang menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini kepada para pelajar.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengungkapkan bahwa Sekardadu telah menunjukkan capaian yang signifikan sejak diluncurkan. Data hingga tahun 2024 mencatat partisipasi aktif dari 27.780 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga perguruan tinggi. Partisipasi masif ini berhasil mencakup perawatan pada 65 sungai dan saluran air dengan total panjang intervensi mencapai lebih dari 100.300 meter di berbagai wilayah.
"Program peduli lingkungan ini kami jalankan secara berkelanjutan. Menjaga keberlanjutan ekosistem sungai bukan hanya isu kebersihan, melainkan juga prasyarat fundamental yang mendukung perkembangan sektor lain, termasuk pariwisata. Sebagai daerah pariwisata, menjaga kebersihan sungai dan saluran air adalah bagian tak terpisahkan dari komitmen Banyuwangi terhadap ekosistem," tegas Bupati Ipuk.
Bupati Ipuk menambahkan, pelibatan pelajar dan mahasiswa dalam program ini bersifat strategis. Selain memperkuat aksi nyata perawatan fisik sungai, Sekardadu dirancang untuk membangun budaya peduli lingkungan sebagai bagian dari pendidikan karakter yang holistik. Dalam implementasinya, setiap sekolah diberikan tanggung jawab untuk merawat segmen aliran sungai terdekat. Siswa secara rutin melaksanakan pembersihan, melakukan pemetaan kondisi, dan menjalankan kampanye edukasi kepada warga sekitar mengenai larangan pembuangan sampah ilegal.
Aspek akuntabilitas program juga diperkuat; sekolah yang terlibat diwajibkan melaporkan aktivitas mereka melalui Aplikasi Sekardadu. "Mekanisme pelaporan digital ini memungkinkan kami memantau keaktifan pelaksanaan program dan sungai mana saja yang telah mendapatkan intervensi, memastikan transparansi dan keberlanutan data," jelas Bupati Ipuk.
Plt Dinas Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahrobi, mengonfirmasi bahwa pelaksanaan Sekardadu tahun ini melibatkan total 170 sekolah. Setiap sekolah dinilai berdasarkan indikator yang mencakup kegiatan preventif (pencegahan), kuratif (perawatan), rehabilitatif (pemulihan), dan promotif (edukasi) terkait pengelolaan sungai.
"Melalui mekanisme penilaian yang terstruktur ini, kami ingin memastikan program tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberikan dampak langsung pada perbaikan kondisi fisik sungai dan memicu perubahan perilaku masyarakat secara luas," ujar Riza.
Pemkab Banyuwangi berharap Sekardadu akan terus berevolusi menjadi gerakan sosial kolektif dalam menjaga kelestarian sumber daya air, dengan keyakinan bahwa keterlibatan generasi muda akan menciptakan perubahan positif jangka panjang bagi lingkungan. (*)